Minggu, 04 Januari 2015

PENGALAMAN PRIBADI BAB 6



PENGALAMAN PRIBADI


Dalam topik ini yang menjadi pengalaman pribadi saya adalah penglihatan saya terdapat ketidakmeratanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan d Indonesia. Seharusnya pendidikan di Indonesia harus rata di pedesaan maupun di perkotaan untuk mendapatkan kualitas yang sama baiknya.
Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.
Di Indonesia yang notabenenya sebagai negara berkembang dimana ketersediaan infrastruktur komunikasi yang masih minim mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi terbatas. Ketersediaan infrastruktur ini sangat terasa di daerah-daerah yang proses memperoleh informasinya masih terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata, sekarang ini hanya di kota-kota besar sajalah yang sudah dengan mudah menikmati dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Dengan demikian perkembangan pendidikan pun menjadi terhambat dan juga tidak merata.
Salah satu wadah yang dirasa paling berperan dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia saat ini adalah internet. Di Indonesia terutama yang berada di kota-kota besar sudah banyak masyarakat yang mempunyai akses internet, sehingga pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran dan pencarian informasi dan pengetahuan dapat lebih maksimal walaupun akses internet di Indonesia belum sepenuhnya dapat dirasakan semua orang. Berbeda jika di pedesaan masih ada yang belum mengenal apa itu internet.
Dengan belum meratanya penyebaran teknologi informasi akan berpengaruh terhadap proses perkembangan pendidikan. Hal ini dikarenakan peran teknologi informasi di dunia pendidikan sangatlah penting. Dengan adanya teknologi informasi segala macam ilmu pengetahuan dan informasi dapat diterima dan didapatkan dengan mudah dan cepat. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan komunikasi merupakan sektor yang paling dominan.

PENGALAMAN PRIBADI BAB 5



PENGALAMAN PRIBADI

            Selanjutnya saya akan bercerita pengalaman saya tentang warga negara dan negara. Kalau ada orang tanya, “Apa sih enaknya tinggal di luar negeri?”, jawabnya serba relatif. Tergantung pada individu masing-masing. Tergantung dari mana sudut pandangnya. Tidak semuanya enak. Ada enak dan tidaknya. Luar negeri bukan segalanya dan pula serba baik. Ada sisi-sisi positif dan negatifnya. Tapi banyak orang mengira bahwa tinggal di luar negeri itu lebih enak daripada tinggal di tanah air. Banyak pula orang berpikiran bahwa orang yang tinggal di luar negeri itu kaya-kaya. Atau orang yang tinggal di luar negeri itu pasti pinter dan modern.  Sebenarnya tidak selalu demikian. Bagi orang yang pertama kali pergi ke luar negeri, jika sebagai turis tentu lebih banyak gambaran yang baik-baik di dapat. Banyak hal beda ditemui dan kelihatannya selalu lebih baik dari yang ada di tanah air.  Barangkali gambaran selintas itu ada benarnya. Gambaran di permukaan memang serba gemerlap, canggih, teratur, bersih dan sebagainya.
Bagi orang yang telah lama menetap di luar negeri, kemudian mengenal lebih dalam keadaan di luar negeri mungkin ada sedikit perbedaan pandangan. Tapi ini pun relatif. Banyak orang yang kerasan untuk tinggal selamanya di luar negeri.  Tapi banyak pula yang tidak kerasan dan kembali pulang ke tanah air setelah beberapa tahun tinggal di luar negeri. Beberapa hal penting yang membuat orang betah di luar negeri terutama adalah karena rasa aman, kehidupan yang lebih demokratis, jaminan kesehatan dan pendidikan yang memadai, jaminan sosial yang tersedia dan lain-lain. Itu hanya yang pokok dan paling dominan. Ada banyak faktor lain yang mendorong orang untuk enggan kembali pulang ke tanah air.
Dalam hal enggannya manusia Indonesia untuk kembali ke tanah air ini tidak ada kaitannya dengan unsur nasionalisme seseorang. Unsur nasionalisme tidak bisa diukur begitu saja lewat penilaian-penilaian sempit dan terbatas hanya pada lapis luar yang nampak. Perlu dipelajari lebih dalam definisi nasionalisme sebelum menggunakannya sebagai tolok ukur untuk menilai rasa cinta tanah air orang lain. Kecendrungan orang untuk menggunakan unsur nasionalisme sebagai penggada besar sebagai alat menilai tindakan seseorang adalah warisan pemerintahan orde baru untuk mengkambing-hitamkan sekelompok orang yang menentang kekuasaan atau kebijaksanaannya. Nasionalisme yang diterjemahkan dalam artian sempit dan sepihak.
Perlu diketahui bahwa orang yang tinggal di luar negeri untuk masa tahunan bukan berarti telah melepas kewarga-negaraan Indonesianya. Di Australia, pemegang status visa penduduk tetap (permanent resident visa) bisa tinggal di Australia selamanya dan punya hak hampir sama dengan warga negara asli Australia. Beda paling kentara adalah tidak punya hak pilih dalam pemilu. Pemegang visa permanent resident tidak akan kehilangan visanya selama memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh departemen imigrasi Australia.
Indonesia tidak menganut dwi-warganegara sebagaimana banyak dianut negara lain – yang sebenarnya punya banyak segi positifnya jika menganut dwi-warganegara. Seseorang dipaksa untuk memilih warga-negaranya. Kasus dalam sejarah pernah terjadi pada warga Tionghoa di Indonesia pada tahun 1967an.  Mereka dipaksa untuk memilih sebagai warga Indonesia atau warga negara lain sehingga terjadi eksodus baik sukarela atau terpaksa pergi ke luar negeri.  Dan faktor terbatasnya pilihan ini tetap berlaku hingga sekarang.  Banyak penduduk Indonesia setelah lulus kuliah di luar negeri lalu enggan untuk pulang ke tanah air. Sebenarnya hal seperti ini bisa diatasai jika Indonesia bisa memperbaiki kualitas pendidikannya. Terutama pada plosok Indonesia yang sering kali tertinggal hal-hal baru seperti teknologi.
Dari kutipan cerita diatas semoga kita yang membaca bisa mengambil kesimpulan bahwa menjaga rasa nasionalisme amatlah penting, karena hal tersebut lah yang akan membentengi kita dari fasilitas luar negri yang sering kali membuat kita tergoda untuk menetap disana. Mari mulai lah kita membangun rasa nasionalisme kita. Sekian dan Terimakasih.

Description: Kunjungan masyarakat Indonesia di kediaman Konsulat Jendral di Sydney.  Foto: Dokumentasi pribadi

PENGALAMAN PRIBADI BAB 4



PENGALAMAN PRIBADI
           
            Pengalaman saya kali ini menceritakan diri saya sebagai pemuda yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Pemuda adalah seseorang yang masih butuh bimbingan. Karena yang kita tahu bahwa pemuda yang sudah dibimbing saja suka membuat onar, apalagi yang tidak. Maka dari itu saya mengikuti organisasi yang ada di masyarakat agar saya bisa bersosialisai dengan baik dan menjadi pemuda yang penuh gairah dan anti obat-obatan terlarang.
            Baru-baru ini banyak pemuda-pemudi yang masuk rumah sakit akibat miras oplosan. Fenomena seperti ini sebenarnya sering terjadi, apalagi jika sudah datangnya perhalatan tahun baru. Sebenarnya saya sebagai pemuda tidak pernah habis pikir, kenapa mereka (pemuda/pemudi) selalu menyakiti dirinya sendiri. Padahal perbuatan tersebut telah dilarang  pemerintah dengan alasan mengganggu kesehatan.
            Pemuda kebanyakan memang selalu berpikir pendek, karena itu pemuda harus sering mengikuti bimbingan yang terdapat pada organisasi masyarakat atau sekolah atau perguruan tinggi. Jika pemuda pemudi kita banyak yang senang mengikuti organisasi , saya yakin kegiatan-kegiatan yang buruk akan ditinggalkannya.
            Semenjak Sekolah menengah atas saya sudah mulai merokok dan meminum minuman keras. Saya merokok dan minum  bukan karena keinginan saya sendiri melaikan ajakan teman-teman saya yang suka melakukan hal-hal seperti itu. Pada suatu hari saya pernah dilaporkan ke orang tua saya oleh seseorang, dan saya benar-benar malu ketika membuat orang tua saya menangis ketika saya melakukan hal memalukan seperti itu. Namun semenjak itu saya mulai berubah karena saya mengikuti organisasi pemuda yaitu karang taruna. Kemudian saya dan teman-teman memiliki ide untuk membuat suatu kegiatan olahraga seperti lomba futsal antar RT dan benar saja kegiatan itu membuat saya sibuk dan membuat saya lupa akan rasa minuman alcohol itu.Dan akhirnya sampai saat ini saya terbebas dari hal-hal yang merugikan keluarga saya dan khususnya diri saya sendiri.
            Jadi bisa disimpulkan,bagi pemuda yang ingin merubah dan menjahui hal-hal tersebut bisa mengikuti kegiatan seperti saya atau yang mungkin kegiatan seperti olahraga rutin. Karena kesibukan yang baru dan menyenangkan bisa melupakan kegiatan buruk yang telah kita lakukan. Pesan saya hampir sama seperti pemerintah jauhi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Sekian pengalaman hidup saya sebagai seorang pemuda. Semoga hal-hal diatas bisa dijadikan peringatan betapa bahayanya obat-obatan dan minuman keras. Terima kasih

PENGALAMAN PRIBADI BAB 3



PENGALAMAN PRIBADI
                               
Selanjutnya saya akan membahas pengalaman saya tentang individu, keluarga, dan masyarakat. Kali ini saya akan menceritakan langsung pengalaman saya yang berkaitan tentang judul materi diatas. Judul materi diatas sangatlah luas dan pasti kita pernah punya pengalaman tentang hal tersebut.
Saya adalah seorang individu yang amat menyukai sosialisai. Sosialisai merupakan bentuk interaksi antar sesama mahkluk hidup, makanya saya sering berbincang-bincang dengan keluarga saya untuk menjaga komunikasi keluarga, karena jika saya diam maka saya pasti dimarahi oleh orang tua  saya beliau berkata “jika ada masalah, yah dibicarakan mas”. Dan saya setuju dengan itu karena jika kita punya masalah dengan dunia luar kita hanya bisa bercerita ke keluarga kita. Masyarakat adalah tempat kita sebagai seorang individu bersosialisasi, sebelum saya terjun ke masyarakat saya sering dinasihati oleh orang tua saya yang mengininkan agar ketika saya terjun ke masyarakat saya bisa berguna bagi  masyarakat dan menjadi individu yang baik di mata masyarakat. Mengapa demikian karena ketika saya diluar rumah maka sudah pasti saya membawa nama keluarga dan saya tak ingin membuat nama keluarga saya tidak baik.
Dari kutipan pengaaman saya diatas,kita dapat belajar dari pengalaman saya bahwa individu pasti memiliki sifat yang berbeda-beda . Keluarga adalah tempat bimbimang paling utama sebelum sekolah dan dunia masyarakat. Jadi jika kita bisa memahami sifat individu , minimal mengenal sifat tiap individu dalam keluarga kita. Kita tidak akan berselisih satu sama lain ,dan jika kita tidak bisa mengenal sifat dari individu dalam keluarga , apalagi harus mengenal individu dalam masyarakat atau bisa dikatakan kita belum siap terjun .Namun ada sering kita dengar kata kutipan seperti “siap tidak siap harus siap”. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa sudah sepantasnya menyiapkan diri kita untuk terjun ke dunia yang cakupannya lebih luas ,yaitu masyarakat.
Sekian dari pengalaman saya , semoga pengalaman saya bisa dijadikan pelajaran dan diambil sisi baiknya saja, karena semua cerita pasti memiliki sisi negatifnya. Dan saran saya pastikan jaga nama baik keluarga kita. Terimakasih.

PENGALAMAN PRIBADI BAB 2



PENGALAMAN PRIBADI

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman pribadi saya tentang materi kedua ilmu sosial dasar yaitu Penduduk Masyarakat dan kebudayaan. Kalau saya terapkan ke dalam pengalaman saya, kebudayaan sangat berpengaruh dalam diri saya. Semenjak saya lahir sampai sekarang, saya tidak lepas dari adanya kebudayaan. Kebudayaan tersebut tentu berawal dari kebiasaan yang diajarkan dan diterapkan oleh keluarga saya terutama orang tua saya.  Dengan kebudayaan yang sudah saya miliki dan saya terapkan pula dalam diri, tentu berpengaruh pula pada lingkungan saya. Ketika manusia sudah berada di lingkungan luar tentu akan terjadi adanya perbedaan kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing. Termasuk saya, di lingkungan luar tentu saya akan bertemu dan menghadapi lingkungan yang memungkinkan memiliki kebudayaan atau kebiasaan yang berbeda dengan saya. Namun, hal ini lah yang menjadi pelajaran atau pengalaman bagi saya. Bagaimana saya atau kita sebagai manusia melestarikan kebudayaan yang kita miliki. Namun hal ini tidak berarti kita menutup hati untuk menerima kebudayaan yang dilakukan oleh orang lain.

Mungkin sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki kebudayaan yang sama. Kini yang menjadi permasalahan, bagaimana hubungan kebudayaan negara kita dengan kebudayaan luar terutama kebudayaan barat? Mengingat bahwa budaya barat kini sudah masuk dan mewabah dalam diri kita. Jika kita bandingkan kebudayaan barat antara hal positif dan negatif, tentu kita bisa melihat bahwa lebih banyak hal negatif yang diadopsi oleh warga negara kita. Walau tak semua kebudayaan barat itu bersifat negatif atau dalam arti lain masih ada sisi positifnya, namun terkadang kita tidak menyaring bagaimana dampak dari budaya barat tersebut bagi kehidupan kita. Ketidakwaspadaan itulah yang membuat kita sebagai masyarakat Indonesia menjadi cenderung lebih labil bahkan banyak yang mulai sangat bergantung pada kebudayaan barat.

Pengaruh kebudayaan sangat melekat pada diri kita. Untuk itu kita sebagai warga negara Indonesia perlu atau bahkan wajib melestarikan kebudayaan kita. Sikap sederhananya mungkin dimulai dengan tidak melakukan hal yang melenceng dari budaya kita. Dengan adanya kebudayaan barat yang kian gencar memasuki negara kita bukan berarti kita harus menjauhinya dan bukan berarti pula kita mengikutinya bahkan terpengaruhi. Tentu sebagai masyarakat yang cerdas, kita perlu memilah dengan baik. Lebih baik lagi jikalau kita melestarikan kebudayaan negara kita. Kita perlu menjaga budaya kita agar tidak ternodai budaya luar apalagi sampai menggantikannya. Ingat kita adalah bangsa Indonesia yang berbudaya. Bangga lah dengan kebudayaan negara kita sendiri! Lestarikan kebudayaan kita dan tetap pertahankan apa yang kita miliki
          Sekian cerita pengalaman saya, Semoga pengalaman saya dapat bermanfaat bagi kita yang menbacanya. Terimakasih